26 August 2026
Nasional

3 Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak dengan TNI di Puncak, 8 Senpi Disita

PUNCAK – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaporkan tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak tembak di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan kontak tembak terjadi antara personel Satgas TNI dan kelompok OPM di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Minggu, 16 Agustus 2026.

“Tiga anggota OPM terpaksa ditembak mati karena melawan dan menghujani pasukan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III dengan peluru tajam,” kata Lucky dalam keterangannya, Minggu.

Menurut Lucky, peristiwa bermula ketika pasukan TNI menemukan lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok tersebut di kawasan hutan. TNI kemudian melakukan pengejaran dan mengklaim telah lebih dahulu melakukan pendekatan persuasif.

“Pasukan Satgas TNI yang menemukan persembunyian kelompok OPM di dalam lebatnya rimba Papua, telah melakukan upaya persuasif,” ujarnya.

Lucky mengatakan anggota kelompok tersebut diminta menyerahkan diri dan meletakkan senjata untuk mempertanggungjawabkan dugaan tindak pidana yang dilakukan.

Namun, menurut keterangan TNI, permintaan tersebut tidak dipenuhi dan kelompok itu justru melepaskan tembakan ke arah pasukan.

“Upaya persuasif ini mereka jawab dengan tembakan secara membabi-buta, sehingga pasukan Satgas TNI terpaksa membalas serangan brutal kelompok OPM,” kata Lucky.

Dalam kontak tembak tersebut, TNI menyebut tiga anggota OPM tewas. Jenazah ketiganya disebut dibawa oleh anggota kelompok lain yang kemudian melarikan diri ke dalam hutan.

“Tiga anggota OPM tewas dalam kontak senjata tersebut dan jasad ketiganya dibawa kelompoknya yang melarikan diri ke dalam hutan,” ujarnya.

Setelah kontak tembak berakhir, personel Satgas TNI melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Dari operasi tersebut, TNI mengklaim menemukan dan menyita delapan senjata api beserta sejumlah peluru tajam.

Menurut Lucky, senjata tersebut diduga akan digunakan untuk melakukan aksi bersenjata menjelang peringatan HUT ke-81 RI.

“Satgas TNI berhasil mengamankan 8 jenis senjata api berikut peluru tajam yang diduga kuat akan digunakan OPM untuk menyebar teror khususnya pada peringatan HUT RI ke-81 yang akan diperingati besok,” katanya.

Lucky menegaskan TNI akan mengambil tindakan tegas apabila terdapat ancaman terhadap keselamatan personel maupun masyarakat. Ia menyebut setiap tindakan dalam operasi mengacu pada ketentuan hukum dan rules of engagement (ROE) yang berlaku.

Menurutnya, pelaksanaan operasi juga harus memastikan prajurit tetap bertindak profesional serta menghormati hukum dan hak asasi manusia.

Lucky menambahkan TNI akan terus melakukan operasi terhadap kelompok bersenjata di Papua dengan dukungan masyarakat dan koordinasi antarinstansi.

“Menangkap seluruh anggota OPM hanyalah persoalan waktu bagi TNI mengingat besarnya dukungan masyarakat dan semakin kentalnya sinergitas antar penyelenggara negara di Papua saat ini,” kata Lucky.